Feb 25, 2011
Nasihat Pak Tua
Pak Tua menjawab, “Kalau begitu jangan membuka matamu.”
Anak muda kembali bertanya, “Saya lelah mendengar berbagai masalah hidup.”
Kata Pak Tua, “Kalau begitu, berhentilah mendengar. Iris saja telingamu, dan berikan pada mereka yang ingin mendengar.”
Anak muda mengerutkan keningnya. Namun ia bertanya lagi, “Saya ingin hidup tanpa pernah putus cinta.”
“Kalau begitu, jahit bibirmu dan berhentilah merayu.”
“Pak, anda baru saja menutup seluruh panca indera yang saya miliki.”
“Masih tersisa hidung, tempat Yang Agung menghembuskan nafasnya. Satu-satunya yang tidak layak kau buang.”
“Tapi saya tidak bisa hidup tanpa empat indera yang lain. Saya ingin tetap hidup. Tapi hidup yang menyenangkan.”
Pak Tua menyalakan sebatang rokok. “Kalau begitu, belajar bersyukur. Yang baik selalu datang dengan sisi yang gelap. Terima saja, buka semua panca indera anugerah Yang Agung. Kau bisa mulai dengan berhenti mengeluh. Buka matamu untuk menolong yang menderita. Beri telinga mu untuk mendengar masalah orang lain, bukan hanya masalahmu. Gunakan mulutmu untuk mencinta, jangan mengutuk.”
“Lalu hidung?” Tanya anak muda. “Harus ku apakan dia?”
“Aku lupa, nak. Mungkin kau harus belajar pada hidup dan menemukannya sendiri. Tolong beritahu aku kalau kau sudah mengerti nanti.”
Feb 22, 2011
Keberanian untuk bertanya.
Feb 20, 2011
1 Perempuan 14 Laki-laki; dari kaca mata pembaca

Menulis cerita pendek, bukanlah suatu hal yang mudah. Apalagi ketika cerita pendek itu dibuat bersama dengan orang lain. Tantangan ini justru disambut baik oleh Djenar Maesa Ayu. Dalam karya sastra terbarunya, ia menulis bersama dengan 14 sahabatnya yang memiliki beraneka ragam profesi dan latar belakang. Sungguh merupakan suatu proses kreatif yang menarik. Setiap kalimat demi kalimat dibuat bergantian dengan sahabatnya. Tanpa plot dan konsep cerita. Semua dibiarkan mengalir mengikuti alur yang ada. Kadang termenung membaca apa yang sudah dituliskan, namun kesetiaan pada proses membuat cerita-cerita tersebut menemukan titiknya.
Lalu, bagaimana dengan para pembaca yang membaca kumpulan cerpen ini ?
Bagi saya pribadi, setiap cerita memiliki cita rasanya masing-masing.
Saya mengagumi proses kreatif yang dilakukan oleh Djenar bersama dengan sahabat-sahabatnya, seperti Butet Kartaredjasa, Indra Herlambang, Lukman Sardi, Romo Mudji Sutrisno, Sujiwo Tejo, Sardono W. Kusumo dan masih banyak lagi.
Setiap cerita mengajak kita untuk mengenal lebih dekat alam pikir dan imajinasi Djenar dan sahabat-sahabatnya. Tak ayal, latar belakang setiap sahabatnya pun kadang menjadi konteks cerita. Misalnya, pada cerpen Ramaraib yang ditulis oleh Djenar bersama dengan penari Sardono W. Kusumo.
Pada beberapa bagian, mungkin terkesan ada unsur vulgar atau erotisme. Namun saya melihatnya sebagai keluwesan dan fleksibilitas penulis terhadap berbagai elemen kehidupan, termasuk seksualitas. Dan bagaimana seksualitas dituangkan dalam deretan kata dan prosa yang menarik, itu yang lebih hebat lagi. Sastra dapat mengapresiasi seksualitas secara berkelas dan inilah yang saya temukan dari kumpulan cerpen ini.
Penasaran dengan isinya? Silahkan membaca dan selamat berkelana di dunia Djenar Maesa Ayu...
Feb 4, 2011
Dengarkan Aku.....
dqxiemhacbnrfqinfxieuqowidsjadfas
fxhqdmwijodncfhyqxiod
dhdexndMARAHjsiacmarahyr4xnbq7ue9indg3hxiq2xj
3duqfu47fycnfhfjwlajeioufjcq47c
cr47cyrhcxquewdfc4iucfhxfwe
fqw47yxxhdwxidi39u85xm3ynfSEDIHchurngtlaercim9a4wu
t4cfSAKITwou34vcrinqwdxcfcqinuxqscwr
q3r874xocrhaa3i;navcxcqyfgxhdwhxaw
4f7q3crnywioerhfvcpwmdismeir
xqict54hufxuc4iuqBENCIv3cowmiednui
cdr2nypmoIMPIANjc4wnoqrx2jdBEBASwiukbtfrycjxodiwnahoiwsh7vh4ignc
rciufhcknsha;4vogevbo8y569vicmowlkfbvkch,nmzxmnr8bpsvp5eirv
ou2cb4PATAHxysn3idoh4nawASAfyd4coxuaw
4c8quam;ow;liev
r4 vnyuobi5v8awm4poiiiiiac,;4owrmzo4r
(E.J.F., 2011)
P.S.:
Maybe, to you, some people tell nonsense.
But, they are trying to tell you something.
Listen carefully, and you may get the message they're trying to tell you.
a h a h a h a
di saat hatiku tidak bisa lagi memangku kisah kasihmu
karena ini terlalu berat dirangkul
terlalu sulit untuk dipeluk tubuhku
saat tangan kananku memegang jari telunjuk tetanggamu
.encho.
Feb 2, 2011
suram
Saya mulai merasa air putih tak setawar dulu
Lidah saya mengindikasikan rasa pahit padanya
Kedua bola mata saya menggambarkan sesuatu yang tak jelas
Langkah kedua kaki menyelaraskan pandangan, goyah
Dalam mimpi, saya membagikan bunga kepada teman-teman
Ketika terbangun, malam tak biasanya menjadi sepi
Bulan dan bintang tertutup pekat, angin menusuk kulit
Hanya lampu merias jalan
Surat kabar menceritakan
Jalan baru bernama tikus menjadi flamboyan bagi penggerutu jalan
Media sosial mengicaukan hal yang sama
Manusia menjadi terlalu egois dengan selalu berpikir dirinya yang paling benar
Tayangan televisi terakhir mengabarkan
Bapak Presiden marah dengan inisiatif rakyatnya yang ingin membantu menambah penghasilannya
Pasukan musafir bertindak anarkis membawa nama Tuhan
Bapak-bapak berpangkat duduk enak mengatur bonekanya
Saya mulai tidak merasakan apa-apa
Dan hanya berpikir bahwa semua
Yang diciptakan diatur untuk berpisah
Diciptakan dalam tawa, dinikmati dalam kenang, ditinggal dalam tangis
Tegarnya, saya harus melihat diri saya sendiri
Dalam peti kayu berukir dimana saya didalamnya sendiri
Tak bergerak bersama benda-benda kesayangan
Kesepian memakai jas sendirian dan kedinginan
Saya sedih
: (