Mar 17, 2011

Pada waktunya

Aku menyogok Sang Esa dengan janji setia
Merayu malaikat dengan air mata
Memohon sambil menyembah
Tapi suara hati meracau lelah


Biar setiap racun menemukan sendiri penawarnya
Biar setiap luka terbalut oleh udara,
mengering dengan sendirinya

Karena..
Selama air mata masih menetes,
Pelarianku sia-sia
Dan detik penantian kan bertemu hampa

Pada waktunya, aku kan kembali tertawa
Tiba di tujuan tertinggi, walau kaki harus bernanah
Bersama ia, yang akhirnya terbukti bertahan
Menghadapi badai topan,
Gunung indah,
Gelombang pasang,
Dan kematian

Mar 13, 2011

Coming Home

Thousands of souls..

now..are knocking on heaven’s door

Thousands of lights..

now.. are flying to the highest sky


To the mysterious place

we’ve never seen before

To the epic legend

you’ve never heard

To the most beautiful imagination

we’ve never been brave to imagine


And billions of angels

now are smiling..

warmest smile we’ve never seen..

Hugging each soul that come close to their arms

Whispering:

“welcome home, soul”

“welcome to the place where you belong”

*Japan, Tsunami

Mar 11, 2011

Agama Wine

Gambar diambil dari sini

Wine

Cairan merah mengandung alkohol untuk menghangatkan tubuh

Ada yang meminumnya hampir setiap hari, bahkan ketagihan.

Ada yang meminumnya sesekali, terutama di saat gundah gulana melanda.

Ada yang meminumnya sebagai sarana bersosialisasi dengan orang lain.


Aromanya menggoda untuk sebagian besar orang

Untuk orang yang lain, aromanya memuakkan.


Ada yang takut-takut meminumnya,

Ada yang dengan beringas meneguknya sampai tandas.


Ada yang tau cara menikmatinya: menggoyang-goyangkannya dahulu, menyesap aromanya

Kemudian meminumnya seteguk demi seteguk dengan mata terpejam penuh kenikmatan.

Ada yang meminumnya bak sapi gelongongan, hingga kembung dan muak.

Tak lagi menemukan nikmat dan sensasinya.


Setiap jenis wine, punya kekhasannya masing-masing.

Punya cita rasanya masing-masing.

Setiap orang punya preferensi yang berbeda tentang wine apa yang mereka suka.

Salahkah mereka?


Salahkah kalau aku dan kamu punya wine favorit yang berbeda?

Salahkah aku kalau aku bersikukuh wine kesukaanku yang paling enak,

Sedangkan kamu juga bersikukuh,

wine yang paling sering kamu minum adalah yang paling enak.

Ini bukan masalah siapa yang paling benar atau salah.

Sebab ini menyangkut pengalaman pribadi kita dengannya, bukan?


Kadang...

Kita acapkali terlena oleh merk dan bagaimana mendapatkan wine.

Semakin prestise, rasanya semakin bangga...

Bahkan cenderung membuat kita pongah dan arogan.

Semakin lekat,

Semakin ketergantungan dan fanatik.

Merasa tanpa wine, hidup kita tak berarti.


Kita lupa esensi sebenarnya dari wine.

Apakah itu?


Hakikatnya ia untuk menghangatkan diri kita, terutama di malam dingin.

Membuat kita merasa nyaman kembali.

Membuat kita dapat tersenyum di tengah dingin yang menusuk tulang.

Membuat kita saling berbagi hangat, melalui segelas wine...

bersama orang-orang terdekat, bahkan orang asing sekalipun.


Senyuman orang lain yang tubuhnya kembali hangat karena kita berbagi wine,

membuat kita ikut tersenyum hangat.

Membuat kita merasa berarti...

Kebahagiaan itu bukan terletak pada seberapa mahal dan enaknya wine.

Tapi dari ketergerakan kita untuk berbagi...


Wine,

Sarana kita untuk merasakan dan berbagi kehangatan

Berbagi perhatian

Berbagi cinta

Berbagi Hidup...pada sesama...

Di akhir hari, ketika botol wine kian kosong...

Apakah kebahagiaan kita turut menghilang?

...

Rasanya tidak

Sebab wine tersebut telah menjadi sarana ‘tuk hidup bercinta

...

Memanusiakan manusia lain


Mari saling berbagi kehangatan dan cinta

Mar 9, 2011

Akulah Anak Malam

Akulah anak malam

Yang lahir di tengah bangsa siang

Bintang menjadi kekuatanku

Tapi masih saja dipaksa kuberjemur di bawah mentari


Akulah anak malam

Yang berkeluargakan siang

Hari-hari ku begitu malas di mata mereka

Tidur mereka waktu ku beraktifitas


Akulah anak malam

Oksigen malam menjadi pernafasanku

Tapi bangsa itu?

Mereka memaksaku menghirup asap pantat bajaj


Malam-malam ku penuh dengan proses pencipataan

Tepat ketika otak kiri dan kanan dipenuhi gegapan ide

Tetapi..

Sssh… baru saja ibuku masuk ke kamar!

Ia memaksaku tidur tanpa mempedulikan mataku yang calang


Aku ini anak malam

Yang dipaksa mengikuti sistem siang

Bagi mereka siang waktu bekerja,

Malam waktunya beristirahat


Adakah siang diciptakan lebih baik daripada malam?

Adakah matahari lebih baik hati dari bulan?

Adakah angin siang menyegarkan dan angin malam membunuh?

Adakah moral lebih bermakna pada siang daripada malam?


Aku ini anak malam

Lahir ketika bintang dan bulan tengah menyanyikan lagu malam

Lagu yang meninabobokan jagat raya

Dengan senandung rindu akan kedamaian


Aku ini pecinta malam

Tidak terlalu banyak yang bisa kau lihat di dunia ketika malam

Untuk apa pula kau lihat semua?

Toh kau akan banyak memandang kepedihan hidup daripada suka


Aku ini penikmat malam

Saat-saat dimana id-card kantormu tidak terbaca orang

Saat dimana kau melupakan jabatan kepegawaian negerimu

Saat dimana kau tidak bisa membedakan kulit berkomedo dan kulit mulus


Siang dan malam diciptakan bergandengan

Tepat di hari seninnya sang pencipta

Tak pernah ia menyuruhmu hanya menghidupi salah satunya

Dunialah yang ‘menormalkan’ salah satunya


Malam membukakan padamu hakikat manusia

Kebutuhan terpendam yang harus kau tahan di saat siang

Kebutuhan akan kasih sayang, kebertahanan hidup, dan kebebasan berekspresi

Malam menawarkan kamu, kita, saya kemerdekaan

Membuka topeng panas yang harus dipakai saat siang


Dan untuk anak-anak malam

Yang masih saja terkungkung budaya di dalam tembok putih mereka

Jangan padamkan bara malammu,

bakar, nyalakan! Malam terlalu hidup untuk kau tidurkan

Mar 7, 2011

Di Saat Kita Bersama ...

I.

Aku bercerita.
Sepertinya kamu mendengarkan?
Kamu mengangguk dan memberikan sejumlah respon minimum lainnya.

Tapi kedua earphone itu masih nyantol di telingamu, musiknya cukup keras. Aku bisa mendengarnya, sepertinya itu salah satu lagu kesukaanmu. Lagu yang tidak pernah aku mengerti bagaimana cara menikmatinya.


II.

Aku bercerita.
Sepertinya kamu memperhatikan?
Sesekali kamu menatap mataku.

Tapi, mmm, bukannya berusaha menjadi akuntan yang sibuk menghitung "ini lebih banyak dari itu", tapi kenapa sepertinya matamu lebih sering menatap ke layar handphone-mu?

Bukannya berusaha menjadi tukang ngintip, tapi aku penasaran, ada apa sih di sana, yang lebih menarik ketimbang sosok nyata di saat ini, di tempat ini?


III.

Kita duduk bersebelahan.
Aku ingin menggenggam tanganmu.
Tapi, ah!! Sudah ada handphone itu erat dalam genggam-mu!!

Feb 28, 2011

Tentang Kumpulan Puisi Mencintaimu, Pagi, Siang, Malam: apresiasi pembaca


“Mencintaimu pada sepanjang waktu yang berbeda merupakan hal mutlak yang membuktikan kesungguhan, dan mungkin kesetiaan”

Pada bagian prolog buku kumpulan puisi ini, Andrei Aksana mencoba mengangkat pertanyaan filosofis “Mengapa kita selalu harus melalui tiga waktu?”

Bisakah kita menjawabnya?

Andrei Aksana dengan bijak menguraikan argumennya

“Mungkin dengan begitu hidup kita menjadi lengkap.”

“Mungkin kita menjadi manusia yang seimbang sehingga menjadi arif.”

“Mungkin membuat kita menjadi lebih tangguh sekaligus tabah.”

”Membuktikan kita mampu bertahan”

Proses membaca buku kumpulan puisi ini, juga merupakan suatu proses untuk menemukan kearifan hidup di dalam cinta.

Di zaman sekarang ini, mungkin banyak orang yang sudah skeptis dengan kekuatan cinta

Adanya lagu-lagu roman picisan mungkin juga mendegradasi makna dan kedalaman cinta yang sebenarnya.

Namun, melalui buku kumpulan puisi ini

Esensi cinta yang sebenarnya terasa disegarkan kembali

Dikembalikan ke kesejatiannya.

Cinta lebih dari sekedar perasaan...

Cinta adalah kekuatan

Cinta adalah ketangguhan

Cinta adalah kesetiaan

Dan cinta adalah hidup itu sendiri

Tak kan ada hidup, tanda ada cinta.

Tiap bait dalam kumpulan puisi ini, memberikan sensasi yang menyejukkan di kedalaman diri

Kadang saya tersenyum-senyum sendiri membacanya, seakan tiap kata mampu merekam jejak pengalaman pribadi setiap pembacanya.

Terkadang rasa mencelos di dada yang muncul, menyadari bahwa ada keperihan karena cinta yang juga pernah dirasakan

Pada akhirnya lembar demi lembar kumpulan puisi ini, akan membawa kita pada perjalanan cinta sendiri di dalam kehidupan kita.

Di tiap lembarnya, hanya ada bait-bait puisi yang singkat

Namun untuk membaca dan meresapinya dibutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Awal Februari 2011 buku ini saya beli, bertepatan dengan hari mulai beredarnya buku ini di toko buku. Baru akhir Februari saya selesai membacanya.

Dengan gemelitik penginderaan perasaan yang muncul di kesadaran,

Dengan kilasan pengalaman terdahulu yang terbangkitkan karena kata demi kata di dalam puisi.

Kumpulan puisi ini dapat menjadi oase bagi pembaca yang hidup di kota metropolitan.

Sebab tak bisa dipungkiri, cinta sejatinya adalah sumber hidup, inspirasi dan segalanya...

Mari melepas kepenatan hidup sejenak dengan membaca buku kumpulan puisi ini sekaligus turut menyumbang bagi Yayasan Thalassemia Indonesia.

Dan dalam perjalanan membaca kata demi kata di dalam kumpulan puisi ini, sembari bertanya reflektif ke dalam diri, “Sanggupkan aku mencintai pagi, siang dan malam?”

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...